Siswa SMP Jepang Mengerjai Gurunya Dengan Obat Pencahar

0

Seberapa parah tindakan mengerjai yang bisa dilakukan seorang siswa? Sebuah SMP di kota Owariasahi, prefektur Aichi baru baru ini digemparkan dengan kejadian membahayakan yang dilakukan dengan dasar keisengan muridnya.

Kejadian ini diawali ketika seorang guru yang merasa porsi sup kedelai makan siangnya terlalu banyak. Dia lalu mengembalikan sebagian isi mangkoknya ke wadah sup yang digunakan untuk menampung semua sup untuk warga sekolah. Tetapi kejadian berikutnya tidak pernah akan dia lupakan.

Saat mulai memakan setengah porsi sup kedelainya, guru ini merasakan sensasi aneh dari sup tersebut, lalu dia segera pergi ke UKS untuk memeriksanya. Hasil pemeriksaan tersebut berakhir mengejutkan. Dia telah mengkonsumsi obat pencahar dalam jumlah yang tidak diketahui. Seseorang telah mengerjai porsi makan siangnya.

Tidak lama setelah itu 3 murid dilaporkan jatuh sakit karena sebab yang sama. Murid-murid kelas 8 tersebut juga dilarikan ke UKS setelah mengkonsumsi sup tersebut untuk kedua kalinya.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bahwa ada seorang murid yang memasukkan isi kapsul obat pencahar ke dalam mangkok sup gurunya untuk mengerjai gurunya. Namun karena guru tersebut mengembalikan sebagian porsinya, maka orang lain yang mengambil sup setelah itu akan mengalami sakit perut juga.

Berita ini akhirnya tersebar luas dan mengundang reaksi beragam dari netizen Jepang.

“Harusnya dia ditangkap kan?”

“Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, harusnya kamu minumjuga itu obat pencahar sendiri dan rasain akibatnya”

“Kalau kamu masukin obat ke makanan, itu udah bukan lagi mengerjai, itu tindakan kriminal!”

“Ini mengerikan, dia pasti psikopat.”

Guru yang menjadi korban akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan dapat tertolong. Tapi melihat bagaimana Jepang menangani kejahatan di bawah umur, sepertinya tidak akan ada hukuman yang jelas untuk pelaku. Walaupun hukuman moral dari sekitar kayaknya tetep ada sih ya.

 

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply