Persona 5 dianggap Tidak Pro LGBT!!

0

 

Persona 5 tidak pro LGBT? Terkadang nggak ada yang salah dengan sebuah idealisme, tapi kadang oknum penganutnya yang sungguh menjemukan.

Sebuah review untuk game Persona 5 baru saja menggemparkan jagat maya karena pandangan yang tidak biasa. Reviewer ini memandang game Persona 5 dari sisi dukungan terhadap LGBT.

Persona, sebagai game yang mengambil dan mencoba menyampaikan tema “melawan sistem masyarakat yang sudah ada” dianggap gagal menyampaikan pesan yang dimaksud dengan tidak mengikutsertakan LGBT dalam cerita ini. Dia menganggap sangat tidak adil melupakan isu LGBT padahal dalam sistem masyarakat saat ini, mereka adalah yang paling menderita karena sistem.

Hal paling mendasar dalam game ini yang dianggap tidak pro LGBT adalah player tidak memiliki pilihan untuk memilih “gender” dan orientasi seksualnya. Sehingga player dipaksa untuk memainkan dan menerima bahwa main protagonis, Joker adalah seorang cisgender laki-laki yang straight.

 

“Persona 5 seharusnya merupakan game tentang ketidakcocokan pribadi dengan lingkungan serta mengungkap kejahatan yang tak terlihat di Tokyo.

Namun ketidakcocokan ini masih mengacu pada asumsi dan norma yang bahkan digadang-gadang sedang ditentang oleh game ini. Game ini mengasumsikan gendermu sebagai cisgender laki-laki yang straight.

Joker, karakter yang dimainkan player, adalah karakter yang seharusnya mampu menggambarkan player. Sangat disayangkan bahwa Joker tidak mampu merepresentasikanku (pereview) dan banyak orang lain. Player karakter tidak dibuat mampu memacari lelaki lain ataupun memilih gender yang lain.

Dengan meniadakan opsi ini, Persona 5 memaksa pemain untuk menerima bahwa dirinya adalah seorang cisgender lelaki yang straight walaupun kebebasan memberi nama tetap dimiliki oleh pemain.

Game ini adalah tentang penolakan masyarakat dan usaha untuk membenahinya. Tapi penolakan terbesar dari masyarakat Jepang adalah kepada orang orang homoseksual, transgender, dan banyak orang-orang termarginalkan denga isu-isu sosial hanya karena mereka menjadi diri mereka sendiri.”

Salah satu netizen mengutarakan pendapat sehubungan dengan hal ini, bahwa Persona sebenarnya telah mengeluarkan karakter homoseksual pada seri Persona 4. Pada game ini ada salah satu karakter hero yang diceritakan galau dengan identitas seksual mereka yaitu Kanji dan Naoto. Tapi bukankah akan jadi sangat repetitif jika mengeluarkan karakter dengan gimmik yang sama?

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply