Pemerintahan Modern di Jepang Melalui Pemilu

0

Meski Jepang berbentuk kerajaan dan Negara dikepalai oleh Kaisar, namun Jepang juga memiliki kepala pemerintahan yang disebut Perdana Menteri. Untuk memiih perdana menteri, ternyata Jepang melakukan sistem demokrasi melalui pemilu.

Namun ada yang berbeda dengan pemilihan umum di Jepang! Mari simak informasi tentang pemilihan umum di Jepang!

Di Jepang, perwakilan rakyat dipilih untuk menjadi Parlemen (国会 Kokkai ). Parlemen sendiri kemudian dibagi menjadi dua, yaitu majelis tinggi (参議院 sangi’in) dan majelis rendah (衆議院 shūgi’in). Meskipun namanya majelis rendah, justru majelis rendah lebih kuat diantara dua majelis tersebut. Meski majelis tinggi menolak undang-undang yang diajukan oleh majelis rendah, undang-undang tersebut tetap dapat diresmikan apabila disahkan oleh dua pertiga suara majelis rendah.

Dengan sistem politik parlementer seperti yang dimiliki Inggris, anggota Dewan Perwakilan Rakyat memilih perdana menteri melalui sistem voting atau pemungutan suara. Perdana menteri biasanya merupakan ketua dari partai mayoritas yang ada dalam parlemen. Perdana menteri sendiri merupakan kepala pemerintahan di Jepang, dan untuk membantu pekerjaannya, perdana menteri berhak untuk menyusun kabinet yang beranggotakan partai aliansinya.

Sistem pemilu Jepang tentunya sangat berbeda dengan di Amerika Serikat. Majelis rendah di Jepang menjabat untuk 4 tahun masa jabatan, Majelis rendah di Jepang yang terdiri dari 500 anggota, dimana tiga ratus anggota berasal dari daerah pemilihan tunggal, dan pemilihan di sebuah distrik diberi satu suara. Kandidat yang menerima suara terbanyak akan menjadi satu-satunya wakil distrik tersebut.
200 anggota majelis rendah Jepang lainnya dipilih oleh perwakilan proporsional. Pemilih di wilayah tertentu memilih bukan untuk kandidat individual, tapi untuk sebuah partai. Jumlah kursi parlemen yang diterima oleh partai didasarkan pada persentase suara yang diterima. Masing-masing partai memberikan tempat duduknya kepada kandidat terbaiknya. Misalnya, di sebuah distrik tersisa 20 kursi, jika sebuah partai yang memiliki 25 kandidat mendapat 50 persen suara, maka partai tersebut mendapatkan 10 kursi yang diberikan kepada 10 kandidat teratas dalam daftarnya.

Majelis tinggi Jepang memiliki 252 anggota yang bekerja selama 6 tahun masa jabatan.  Pemilu diadakan setiap tiga tahun sekali untuk merombak setengah dari keseluruhan kursi majelis tinggi . Dalam pemilu majelis tinggi (126 kursi setiap pemilihannya), 24 politisi dipilih dari daerah pemilihan kursi tunggal, 52 dipilih dari daerah pemilihan multi-kursi, dan 50 dipilih oleh perwakilan proporsional.

Di Jepang, pemilihan nama kandidat di pemilu dilakukan dengan menulis nama atau partai calon di kertas suara. Untuk pemilihan anggota majelis rendah, pemilih mengisi dua kertas suara: satu dengan nama kandidat distrik yang dipilih, dan lainnya dengan nama partai.

Suara yang tidak bisa ditentukan maksudnya untuk memilih calon tidaklah dianggap tidak sah, namun dibagikan kepada calon-calon yang kemungkinan dimaksud oleh surat-surat suara tersebut, Secara proporsional berbanding dengan jumlah suara pasti yang sudah diterima oleh kandidat-kandidat tersebut. Suara ini disebut pecahan suara proporsional (按分票, ambunhyō) dan dibulatkan hingga 3 angka di belakang koma.

Contohnya, jika “Yamada A” dan “Yamada B” berada dalam satu pemilu yang sama, dan terdapat 1500 suara yang tidak ambigu: 1000 untuk “Yamada A” dan 500 untuk “Yamada B”; 5 buah suara ambigu untuk nama “Yamada” lalu dihitung sebagai 5×1000/1500=3,333 suara, sedangkan untuk Yamada B dihitung sebagai 5×500/1500= 1,667 suara.

Di tahun 2002, disahkannya undang-undang voting elektronik disusul dengan diperkenalkannya mesin voting elektronik di pemilu. Pemilihan pertama yang menggunakan mesin ini dilakukan pertama kali di Niimi, Okayama pada Juni 2002. Pada tahun 2003, sistem untuk melakukan voting lebih awal, kijitsu-mae tōhyō seido (期日前投票制度) diperkenalkan di Jepang, dan pada pemilu tahun 2009 di Jepang mencatat rekor di mana lebih dari 10 juta orang Jepang memberikan suaranya lebih awal.

Ai
Wanderlust. Love to learn. About everything!
Share.

About Author

Ai

Wanderlust. Love to learn. About everything!

Leave A Reply