Parkir di Jepang Ini Dapat Diterapkan Jakarta!

0

Saat ini di Ibukota Jakarta, pemerintah tengah gencar sedang mensosialisasikan peraturan bahwa seseorang yang memiliki mobil, wajib memiliki garasi. Hal ini tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Transportasi, pasal 140. Nyatanya, peraturan tentang kepemilikan lahan parkir atau garasi ini sudah lama diaplikasikan di Jepang.

Selain peraturan yang mencakup keharusan memiliki SIM sebelum membeli sebuah mobil, penduduk Jepang juga sudah harus memiliki lahan parkir untuk mobilnya nanti. Sehingga, sebelum membeli mobil, penduduk Jepang juga harus menunjukkan bukti kepemilikan garasi yang telah disahkan oleh pihak kepolisian.

Tidak hanya sekedar lahan kosong untuk mobil, tapi ada standar luas tertentu yang harus dipenuhi oleh warga yang akan membeli mobil. Jika lahan yang dimiliki hanya seluas city car, maka tidak diperkenankan untuk membeli mobil yang lebih besar. Kepemilikan terkait lahan tersebut merupakan peraturan yang mutlak, mengingat lahan yang kosong ada di kota besar seperti Tokyo sangat sulit ditemukan.

Namun calon pemilik mobil mendapat keringanan apablia tidak dapat membeli lahan kosong untuk mobil. Mereka dapat menyewa lahan tersebut dari penduduk lain yang telah memiliki lahan parkir. Namun sayangnya, sewa lahan parkir pun harganya mahal. Sama dengan harga sewa sebuah apartemen di Jepang,

Harga sewa lahan kosong untuk garasi ini dapat mencapai 40-50 ribu yen per bulan yang jika dikurskan ke rupiah, maka nilai tersebut setara dengan Rp 4,8 – 6 juta. Apablia seseorang tertangkap basah parkir sembarangan di jalan, maka akan langsung ditilang oleh pihak yang berwajib. Nilai denda tilang pun sangat tinggi dan dapat mencapai Rp 1,89 juta. Itulah kenapa, kepemilikan mobil sebagai kendaraan bermotor pribadi merupakan hal yang sangat mewah di Jepang.

Ai
Wanderlust. Love to learn. About everything!
Share.

About Author

Ai

Wanderlust. Love to learn. About everything!

Leave A Reply