Masalah ini Hanya Ada di Jepang!

0

Semua orang di dunia pasti punya masalah. Dari masalah sepele seperti percintaan, hingga masalah yang lebih kompleks dan pelik seperti kemiskinan, kelaparan, krisis, hingga ancaman nuklir. Namun, masalah yang ada di Jepang ini berbeda dan unik.

Beberapa tahun yang lalu, Jepang melakukan banyak terobosan dan lompatan yang meyakinkan dalam banyak bidang. Otomotif, ilmu pengetahuan, pembangunan, perkembangan negara, dan masih banyak lagi.

Saat ini, meski standar kehidupan di Jepang semakin tinggi dan iklim politik tengah mengalami perubahan seiring dengan isu akan turun tahtanya Kaisar Akihito, Jepang sepertinya mengalami beberapa masalah yang cukup besar di luar hal tersebut.

1. Kurang Melakukan Seks

Ketika di beberapa negara di belahan dunia ini mengalami ledakan jumlah penduduk yang membuat banyak permasalahan baru, di Jepang justru sebaliknya. Angka kelahiran di Jepang berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Alasannya sangat sederhana : penduduk usia subur tidak tertarik dengan seks.

Menurut suatu penelitian, paling tidak sepertiga warga Jepang memasuki usia 30 tanpa pengalaman seksual sama sekali. Jam kerja yang menuntut terlalu banyak waktu, kelelahan, dan sifat malu-malu menjadi akar permasalahan ini.

Untuk menunjang ketertarikan penduduk akan seks, pemerintah Jepang bahkan telah melegalkan produksi film dewasa yang digandrungi di seluruh dunia, JAV. Namun tetap saja, populasi penduduk Jepang turun dreasti sebanyak 300 ribu jiwa menjadi 125,6 juta jiwa pada tahun lalu.

Akibat dari masalah ini adalah menurunnya jumlah tenaga kerja di Jepang dan kebutuhan finansial untuk pensiunan semakin meningkat, sehingga berpengaruh terhadap perekonomian Jepang.

2. Pemerintahan Tak Populer

3. Korea Utara

Karena Jepang berada sangat dekat dengan Korea Utara, maka ketika Korea Utara tengah “bermain” dengan senjata rudal mereka, penduduk Jepang paling tidak hanya mempunyai waktu mencari perlindungan selama 10 menit ketika serangan rudal terjadi.

Penduduk Jepang sendiri selalu merasa cemas setiap kali Kim Jong-un sedang menggertak dengan senjata rudalnya, meski gertakan itu sudah dilakukan berulang kali.

Korea Utara sendiri telah meluncurkan rudal melintasi Jepang pada bulan September yang lalu. Rudal tersebut adalah “rudal percobaan” kedua yang terbang melintas di langit Jepang dalam jangka waktu kurang dari satu bulan.

4. Tato

Tato, meski di beberapa suku dianggap sebagai budaya, dan di Jepang sendiri pun budaya tato telah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu, namun tetap saja, tato dianggap sebagai hal yang tabu di Jepang, karena tato selalu dikaitkan dengan yakuza atau geng mafia yang menjadi momok bagi penduduk Jepang.

Stigma ini diperkuat dengan sebuah peraturan yang dikeluarkan di Osaka bahwa seni merajah tubuh hanya bisa dilakukan oleh dokter medis yang berlisensi saja, dan bukan oleh seniman.

Dengan diputuskannya peraturan ini, melakukan rajah tubuh ke studio tato adalah pelanggaran hukum dan seniman tato pun mendapatkan denda dan detensi apabila tetap melakukan praktek di tempat di mana peraturan tersebut ditetapkan.

Tidak hanya merajah tubuh, bahkan seseorang yang melakukan rajah tubuh karena budaya pun terkena dampaknya. Pada tahun 2013, seorang cendekiawan dari suku Maori diusir dari onsen karena memiliki tato tradisional di wajahnya.

Ai
Wanderlust. Love to learn. About everything!
Share.

About Author

Ai

Wanderlust. Love to learn. About everything!

Leave A Reply