Halloween Menurunkan Kesadaran Kebersihan?

0

Perayaan Halloween memang sudah berakhir. Di Shibuya, perayaan ini dilakukan dengan pesta kostum memenuhi jalanan Shibuya. Sangat meriah memang, tapi efek pasca eventnya sungguh menyedihkan.

Perayaan Halloween di Jepang,khususnya daerah Shibuya, memang terjadi dengan sangat meriah. Shibuya yang memang terkenal dengan hiburan malamnya ini saat halloween dan weekend sebelumnya sangat ramai dengan orang-orang yang hangout di sana dan ber-cosplay beragam.

Dari tahun ke tahun, perayaan yang seharusnya bertema horror ini menjadi festival yang sangat dinantikan. Muda mudi, orang tua, dan banyak warga asing berbondong-bondong menghabiskan malam bersama. Bahkan menurut survey, malam perayaan Halloween adalah saat paling tepat untuk ngemodusin mbak mbak Nihonjin lho.

Semakin banyaknya peserta pesta ini dari tahun ke tahun lambat laun memunculkan permasalahan bagi Jepang. Shibuya, sebagai pusat perayaannya menjadi sangat kotor dengan sampah besok paginya.

Sebenarnya untuk masalah ini,pemerintah setempat telah memfasilitasi para pengunjung dengan membagikan plastik sampah berbentuk Jack-o-lantern sebagai pembuangan sampah sementara, tapi sepertinya lebih banyak orang yang tidak mengindahkan hal ini dan memenuhi Shibuya dengan sampah.

Sehari setelah perayaan, biasanya anak-anak siswa sekolah dasar setempat yang ditugaskan sekolah masing-masing untuk kerja bakti membersihkan Shibuya. Namun sekarang sukarelawan untuk membersihkan kota bertambah dengan adanya kesadaran dari pengelola pub dan bar di sana, dan juga gerakan gerakan kemanusiaan seperti program “Clean by Ourselves”.

Seorang artist yang terkenal dengan ilustrasi bertemakan”Apa yang tak terkatakan oleh foto”, dari akun twitternya @avogado6 membuat ilustrasi yang menggambarkan hal ini. Gambar yang memperlihatkan 3 sosok dengan kostum hantu berjalan sambil terlihat sampah di belakang mereka.

Halloween

Artwork yang diberi judul “Monster yang muntah sampah” ini mendapat respon yang sangat beragam dari Netizen Jepang. Kebanyakan mengutuk para pembuang sampah sembarangan dan memuji pihak yang ikut serta dalam aksi bersih-bersih. Namun ada juga user twitter yang mengatakan bahwa hal seperti ini bukanlah sesuatu yang baru karena penumpukan sampah pasti terjadi di semua festival Jepang.

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply