Menjual Cincin Gagal Tunangan saat Natal, Malah dibully Calon Pembeli

0

Sudah bukan rahasia kalau Natal di Jepang identik dengan romansa dan segala hal yang berhubungan dengan cinta (dan KFC). Jadi sudah barang tentu masyarakat di Jepang banyak yang berharap untuk menghabiskan waktu dan memberikan sesuatu yang spesial untuk orang terkasihnya pada saat Natal. Tidak terkecuali seorang pemuda yang ceritanya viral di Jepang ini.

Cerita bermula ketika seorang Netizen Jepang, @momo_nei menemukan sebuah iklan cincin dijual oleh seorang laki-laki yang diputusin pacarnya sebelum dia sempat memberikan hadiah tersebut. Dari deskripsi barang yang dijual, sepertinya si pemuda tidak hanya mencari uang pengganti, tapi juga simpati.

Deskripsi yang diberikan pada barang cukup simpel “barang ini kujual karena aku diputusin pacarku”. Nah, yang menarik adalah sebuah komentar dari calon pembeli yang berbunyi “tolong berikan informasi lebih detail”.

Merasa ada yang memberikannya simpati, pemuda ini membalas dengan cukup antusias “Dia kemarin mutusin aku tiba-tiba lewat LINE sebelum natal. Aku udah coba menelepon dia berkali-kali,  tapi dia gamau ngangkat”.

Si calon pembeli langsung membalas dengan “aku bertanya detail dari produk yang kamu jual. Materialnya apa, apa emas, atau apalah gitu. Bukannya detail gimana kamu diputusin”

Setelah mendapatkan kritik yang cukup menusuk itu, si penjual pun mengubah deskripsi barangnya menjadi lebih sesuai yaitu berbahan perak dengan zirconia. Namun omongan pahit tidak berhenti sampai di situ.

Si calon pembeli membalas dengan “Jadi kamu cuma ngeluarin duit sekitar 13.000 Yen kan? Kalo kamu diputusin, mending buang aja itu cincin”.

Yah, kisah pemuda ini mungkin emang cukup tragis, tapi ngebuang cincin bakal mubadzir juga kan ya. Walaupun kalau dijual lagi harganya bakal turun, paling nggak efek galau sedikit terobati dengan duit yang balik. Dan lagi duitnya bisa dimanfaatin lagi untuk banyak hal. Termasuk, buat nyari pacar lagi gitu kan ya?

Anyway kalo cincin atau hadiah suka dibuang-buang gitu di Jepang, Ojiisan jadi pengen mulung di Jepang gitu. Kalik aja mulung disana bisa bikin kaya.

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply