Finansial Animator Muda di Jepang Mengenaskan

0

Kalian pasti banyak yang merupakan fans anime. Dengan adanya kontribusi dari kalian, kalian boleh merasa bangga akan kesuksesan besar yang diraih industri anime tahun ini dalam hal keuangan, dan kemungkinan besar masih bisa berkembang lebih jauh lagi sebagai media dalam industri entertainment internasional.

Namun, meski secara keseluruhan terlihat bagus, ada hal lain yang masih tidak terlihat begitu cemerlang. Hal ini dituangkan dalam data survei kondisi keuangan animator muda di Jepang yang dilakukan pada tahun 2017 yang lalu. Secara umum, dapat dinyatakan bahwa kondisi keuangan animator muda di Jepang masih tergolong mengenaskan.

 

Meski industri anime menghasilkan hasil data keuangan yang bagus, namun tetap saja ada bagian yang kurang memuaskan. Setelah sebelumnya hal meresahkan terjadi di industri seiyuu atau pengisi suara anime di Jepang, yang semakin sulit untuk dimasuki oleh seiyuu-seiyuu pemula sekarang ini.

Kesulitan baru terlihat pada para pemuda di Jepang yang bekerja sebagai animator anime, yang belum lama memasuki industri animasi di Jepang. Menjadi pekerja animator anime, meski pekerjaan yang dilakukan begitu banyak dan menyita waktu, namun, penghasilan yang diterima seringkali tidak sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan.

Hal ini ditunjukkan oleh survey yang dibuat oleh AEYAC atau Administratif Pembimbing Animator Muda tahun ini. Data yang dihimpun AEYAC tahun lalu, menunjukkan data yang tidak begitu berbeda dari tahun lalu, dimana banyak animator yang disebut masih memerlukan bantuan ekonomi dari orang tua mereka.

Data survey tahun 2017 diambil dari 44 responden, 33 wanita 11 pria, dengan umur rata-rata 23 tahun. semuanya telah bekerja dalam industri anime selama 3 tahun atau kurang, dengan lama pengalaman rata-rata 1 tahun 5 bulan. Dari 44 responden tersebut, 12 tinggal dirumah keluarga atau bersama orang tua, dan 32 tidak tinggal bersama keluarga.

Kemudian data difokuskan pada 32 responden yang tidak tinggal dirumah keluarga. Diantara 32 responden, 11 diantaranya mendapat bantuan uang dari orang tua untuk membayar uang sewa dan kebutuhan sehari-hari, dan 21 orang responden tidak mendapat bantuan. Hal ini menunjukkan bahwa bahkan setelah bekerja, biaya hidup mereka tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh gaji pekerjaan mereka.

Hal selanjutnya yang dapat dibaca dari bagan tersebut adalah bantuan uang melalui tabungan. Dari 32 orang responden tersebut, 3 orang tak perlu memakai tabungan mereka untuk menutup kebutuhan finansial. Sedangkan 10 orang responden tidak memiliki tabungan sejak awal. Sisanya, 19 orang merespon bahwa mereka masih harus menggunakan tabungan mereka untuk menutup kebutuhan sehari-hari.

Hal ini berarti mayoritas pekerja industri anime dalam survey keuangan animator tersebut masih memerlukan bantuan finansial dari orang tua dan menggunakan tabungan pribadi untuk kebutuhan sehari-hari bahkan setelah mereka bekerja dan mendapatkan pemasukan dari pekerjaannya.

Positifnya dari 44 responden, 30 diantaranya menyatakan tidak perlu sampai meminjam uang. Tapi tetap terasa mengenaskan untuk dibayangkan. Para pekerja anime generasi muda ini lebih terlihat seperti membayar pekerjaan mereka daripada mendapat bayaran dari pekerjaannya.

Ai
Wanderlust. Love to learn. About everything!
Share.

About Author

Ai

Wanderlust. Love to learn. About everything!

Leave A Reply