Crane Game Dimodifikasi, Pemilik Arcade Game Dibui

0

Suka main Crane game? itu lho yang biasanya ada di game center lantai atas mall. Nah, kamu ngerasa kalau permainan mengambil hadiah dengan cakar ini susah nggak? Di Jepang kemarin polisi berhasil mengusut kasus mesin crane yang ternyata sudah dimodifikasi agar nggak bisa dimenangkan.

Penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian Jepang ini memunculkan hasil kalau kecurangan ini dilakukan oleh satu brand franchise arcade! Wah,kamu perlu curiga hal kayak gini udah masuk jadi SOP lho!

Penangkapan dilakukan pada tanggal 23 lalu di Osaka. Kepolisian setempat menangkap Takeshi Ohira, pemilik dari arcade yang (ironisnya) bernama Amusement Trust. Pemilik arcade berusia 33 tahun ini ditangkap bersama dengan 5 karyawannya yang berusia 25-36 tahun.

crane game

Tuduhan yang diberikan kepada Amusement Trust adalah “Memodifikasi pengaturan mesin crane untuk membuat permainannya mustahil dimainkan”. Modifikasi dilakukan terhadap berbagai jenis permainan crane machine mulai dari yang normal, berbentuk gunting, hingga yang menjanjikan hadiah fantastis.

Permainan ini umumnya hanya dihargai 100-200 yen sekali main,namun mesin arcade yang terbukti dimodifikasi dalam penipuan ini berharga 50-10.000Yen sekali mainnya. Harga yang dibayarkan cukupfantastis mengingat hadiah yang ditawarkan untuk beberapa mesin cukup fantastis yakni mulai dari hoverboard hingga mesin konsol video game.Hadiah yang ditawarkan juga ada yang lebih tidak mahal dan normal seperti figur anime dan boneka.

Ketika polisi memulai penyelidikan, rumor tentang kecurangan ini sudah beredar cukup ramai. Penyelidikan akhirnya dilakukan setelahpolisi menerima pernyataan keluhan dari banyak pihak yang curiga terhadap mesin ini. Laporan pertama ternyata telah diberikan pada tahun 2015. Hal ini menyebabkan kerugian yang ditaksir sebesar enam juta yen atau sekitar 700 juta rupiah.

Ohira, sang pemilik menyangkal jika dia dan staffnya telah memodifikasi mesinnya. Namun kelima staff yang juga ditangkap membenarkan perbuatan kriminal ini. Mereka juga menyatakan jika ada kustomer yang sampai menghabiskan 300.000 Yen dalam sekali main.

Kasusini adalah kasus pertamatentang mesin arcade yang terkuak.Sepertinya kasusini akan menjadi pembuka semakin ketatnya regulasi dan standarisasi mesin crane di Jepang.

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply