Budaya Tradisional Jepang Dianggap Sexist

0

Sebagai negara dengan budaya tradisional Jepang yang sangat indah, tentu tidak ada yang menyanggah jika kesempatan menikmati budaya tradisional Jepang di ryokan atau penginapan tradisional akan menjadi sebuah pengalaman tak tergantikan. Bagaimana tidak, bayangkan saja menginap di kamar dengan tatami, mandi di onsen, lalu menggunakan yukata selama menginap pasti menyenangkan bukan?

Namun sepertinya beberapa prosesi budaya tradisional Jepang di ryokan ini mendapatkan sedikit sorotan karena baru baru ini, cuitan tentang budaya tradisional di ryokan dari salah satu netizen jepang di twitter ramai menjadi bahan pembicaraan.

Pengguna Twitter dengan akun @otakukonyakusya baru-baru ini membahas tentang tradisi makan dengan ohitsu. Ohitsu sendiri adalah bakul nasi tradisional yang berbentuk silinder kayu. Netizen ini mengungkapkan ketika dia pergi berlibur dan menginap di ryokan bersama suaminya, pada saat makanan dihidangkan ohitsu selalu diletakkan di sebelahnya tidak peduli dia duduk di mana.

Sebenarnya @otakukonyakusya secara pribadi tidak memiliki masalah tentang peletakan ohitsu ini. Namun dia kuatir jika ada turis luar negeri yang mendapati hal ini sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan.

Pendapat ini menuai tanggapan yang beragam dari para netizen. Beberapa dari mereka menganggap budaya tradisional Jepang ini adalah perwujudan dari sikap sexist yang mengganggu, tapi ada juga yang menganggap hal seperti ini tidak masalah. Bahkan ada yang sampai merasa ingin untuk melayani dan mengambilkan nasi suaminya.

 

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply