Apa Yang Terjadi Dengan Manga Tidak Laku?

0

Dalam dunia penerbitan manga, seorang mangaka bisa diukur kesuksesannya ketika dia berhasil mendapatkan serialisasi dan manga karyanya disukai. Lalu bagaimana jika ternyata karyanya termasuk manga tidak laku?

Industri manga memang sedang sangat maju dan terus berkembang di Jepang. Ratusan judul manga terbit tiap bulannya dan memenuhi rak rak toko buku. Dengan masih didominasinya pasar Jepang dengan buku berbentuk fisik, akan menjadi suatu kebanggan bagi seorang pengarang atau mangaka yang melihat bukunya dipajang di rak toko buku. Walaupun penjualan bisa dikatakan cukup bagus, ada saatnya beberapa judul manga tersebut dikembalikan karena tidak laku atau tersisa. Apa yang terjadi dengan manga manga tidak laku tersebut?

Renshuke Oshikiri, mangaka dari serial gamer arcade “Hi Score Girl” beberapa waktu yang lalu menuliskan di akun twitternya tentang masalah ini.

“Beberapa waktu yang lalu aku pergi ke pabrik yang dikelola Kodansha (penerbit manga). Di pabrik inilah tempat tankobon yang cacat produksi atau dikembalikan dikelola dengan tanpa ampun. Bersamaan dengan suara auman mesin, tankobon-tankobon tersebut yang sejatinya merupakan jiwa dari seorang mangaka, dihancurkan menjadi sobekan-sobekan kecil dan akhirnya menemui takdir mereka sebagai tisu toilet. Aku bahkan melihat tankobonku sendiri diperlakukan begitu”


Cuitan mangaka ini sontak mendapatkan berbagai reaksi dari Netizen. Hal yang cukup jarang dibicarakan di dunia penerbitan ini menimbulkan banyak pendapat.

“Apakah mereka nggak bisa mikir cara yang murah buat menyimpan itu semua lalu menjualnya pelan-pelan?”

“Yah, mau gimana lagi. Walaupun disimpan doang, ada biaya yang harus dikeluarkan buat sewa gudang kan?”

“Sayang banget, kuharap mereka mendonasikan sebagian ke perpustakaan atau dimana gitu”

“Mending dijual separuh harga dulu daripada langsung dihancurkan”

Sebenarnya banyak alasan yang mungkin mendasari hal seperti ini. Dengan mahalnya harga sewa gudang dan tempat penyimpanan di jepang, dan cepatnya pergantian judul manga yang membuat fans pun akan cepat berpindah ke judul lain, rasanya bisa dimaklumi jika Kodansha melakukan penghancuran seperti ini. Yang cukup patut diacungi jempol adalah, Kodansha melakukan daur ulang terhadap manga tidak laku ini. setidaknya mereka tidak menambah banyak sampah di dunia.

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua

Leave A Reply