10 Alasan Mengapa Real Life Itu Kayak Game Jelek

1

real life

Bagi beberapa orang, Real life atau kehidupan nyata mungkin tidaklah semenarik kehidupan virtual. Bagi mereka kehidupan sosial virtual bisa menjadi pelarian yang cukup ampuh untuk menghindari stres berlebih. Itulah mungkin yang menyebabkan seorang Netizen Twitter bernama @monayoooo meneraangkan melalui cuitannya 10 alasan mengapa kehidupan nyata itu kayak game yang jelek banget.

1. Nggak ada Tombol Reset
Berapa kali kamu sudah mempermalukan atau membuat kesalahan hingga kamu ingin kabur? kalau di game mah enak, karakter salah build tinggal reset.

2. Kamu gabisa milih Bentuk fisik karaktermu
Walaupun nggak semua game membiarkan kamu melakukan kustomisasi karakter, tapi seenggaknya tokoh utama sebuah game sudah pasti menarik secara visual kan? Ya kalo di game kamu bakal menghabiskan waktu berjam-jam untuk memastikan karaktermu menarik secara visual kan ya?

3. Nggak ada Save Point
Sama kayak nomor 1, udah nggak ada reset, nggak ada save point pula. Kamu bener- bener harus hati- hati kalau membuat keputusan. Sekali saja salah efeknya bisa berabe dan nggak bisa dengan mudah diperbaiki.

4. Mau dibilang apa juga, di Kehidupan nyata Tampilan lebih Penting Dari Kemampuan
Kenyataan yang pahit emang, tapi menurutmu apakah di kehidupan nyata si cantik princess peach akan dengan senang dan jatuh cinta ketika diselamatkan sama tukang ledeng gendut berkumis tebal?

5. Nggak ada nyawa tambahan
Nggak seperti game, kucing, atau jika kamu percaya dengan reinkarnasi, kamu hanya punya satu kesempatan hidup di dunia ini. Sekalinya kamu mati udah, hidupmu berakhir di situ.

6. Nggak ada kembali untuk Pilihan yang Salah di real life, semua tetap bergerak maju
Nggak peduli seberapa ingin kamu mengulang kembali semuanya, kesempatan akan selalu datang dan pergi. Kalau kamu slah ambil keputusan ya terima sajalah ya..

7. Kalahkan Musuhmu maka Kamu akan Membunuh dirimu sendiri di Kehidupan Sosial
Kamu mersa ada penjahat atau orang yang kamu anggap musuh? coba aja kamu bunuh kalo nggak masuk bui.

8. Level Tingkat Kesulitan untuk Ganti Job nggak Masuk Akal
Mungkin di Indonesia nggak begitu kerasa, tapi di Jepang sangat sulit untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

9. Nggak peduli berapa banyak kamu grinding di pekerjaan, kamu ga bakal naik jabatan
Berapa lamapun kamu mau grinding kerja lembur, kerja keras bagai kuda sampai lupa orang tua, susah bangeet buat naik jabatan di Jepang.

10. Kalo game real life tamat artinya game over
Masih harus dijelasin?

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua