1 dari 4 Salary Man ingin Membunuh Bosnya

1

Dunia kerja Salary Man di Jepang memang keras, tapi siapa yang sangka kalau hal tersebut sampai membuat mereka ingin membunuh bos?

Shirabee, sebuah media berita berbasis survey menyebarkan angket kepada 1006 responden pria dan wanita salary man berumur 20 hingga 69 dengan pertanyaan yang sangat tidak umum yaitu “Apakah kamu pernah merasa ingin sekali membunuh bosmu?”.

Walaupun tidak menjadi sebuah pendapat mayoritas, tapi cukup mengejutkan karena sekitar 27% dari keseluruhan responden menjawab “Ya”. Ini artinya sekitar seperempat dari responden pernah merasa sangat jengkel atau marah sehingga mereka ingin membunuh bosnya.

salary man

Apa yang sebenarnya membuat mereka bisa merasa membunuh lebih baik? Mungkin kejadian gempa di Osaka kemarin bisa menjadi gambaran.

Gempa yang terjadi di Osaka kemarin merupakan gempa terbesar yang pernah terjadi di sana selama beberapa dekade. Semua pengoperasian transportasi umum terpaksa dihentikan karena bencana alam ini. Hal ini menyebabkan orang orang akan kesulitan atau bahkan tidak bisa datang ke kantor ataupun sekolah. Jepang sendiri memiliki aturan yang jelas bahwa dalam keadaan seperti ini sangat dimaklumi jika produktivitas kerja akan terganggu, tapi sepertinya beberapa atasan di kantor tidak berpikiran demikian.

“Adegan yang umum terjadi lewat telepon di Black Company setelah gempa :

Salary Man : Halo,
Boss : Terima kasih atas kerja kerasnya, ini laporan yang kuminta belum kamu kirim juga ya? Ada masalah kah?
Karyawan : Err,, Anu, ini ada gempa besar.
Boss : Paling lambat kumpulin besok ya.

Begitulah perusahaan besar berkerja.”

“Pas abis gempa, aku dapat email dari boss. Emailnya berbunyi:

Apakah kalian nggak papa? mohon membalas email ini untuk memastikan keselamatan kalian.

Nggak ada yang aneh? tapi lanjutannya:

Hari ini bisa masuk kerja nggak? bisa mengurus keperluan kerjaan nggak? Kalau bisa, mohon konfirmasinya ya.

Jepang emang negara budak korporat ya”

Mungkin ini juga yang bikin orang Jepang sampe menganggap Hidup itu umpama game yang jelek banget. Anyway dengan begini apa kalian masih ingin kerja jadi salary man di Jepang? Share dong ke kita.

Ojiisan
Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua
Share.

About Author

Ojiisan

Laki-laki di penghujung duapuluhan yang menolak dianggap tua